What I Found About Flat Earth

Earth is never Flat!

Itulah hal pertama dibenak saya ketika mendengar teori Flat Earth (FE)/Bumi Datar. "Why are these people so 'dumb' enough to think the earth is flat?", perkataan ini juga yang membuat saya menolak mentah-mentah teori Flat Earth ini.

Lama setelah itu, sampai akhirnya saya mencoba mencari tahu kenapa mereka (sering disebut juga flatters/flatearthers) bisa beranggapan begitu...

Flat Earth

Hal pertama yang harus menjadi perhatian adalah jangan menganggap bumi datar itu hanya bentuk buminya saja, atau dengan kata lain jangan menganggap Flat Earth memiliki bentuk dan jarak matahari yang sama dengan Teori Globe Earth (Bumi Datar).

Karena jika kita masih begitu, maka akan muncul pertanyaan:
1. Kalo bumi datar, ga ada malam dan siang dong?
2. Di bumi datar ada arah mata angin ga sih?
3. Kalo datar, ga mungkin dong kita jalan ke timur terus muncul di barat?
4. ... dll

Ini adalah contoh gambar yang salah tentang Flat Earth.
Contoh 1 Gambar yang salah tentang Flat Earth Contoh 2 Gambar yang salah tentang Flat Earth Contoh 3 Gambar yang salah tentang Flat Earth

Berikut adalah bagaimana sebenarnya Flat Earth ini beserta bukti-buktinya yang menurut saya sangat logis sekali dibanding Globe Earth.

Bismillahirrohmaanirrohiim...

Horizon

The horizon always appears perfectly flat 360 degrees around the observer regardless of altitude. All amateur balloon, rocket, plane and drone footage show a completely flat horizon over 20+ miles high. - 200 Proofs Earth is Not a Spinning Ball

Horizon selalu tampak datar sempurna 360 derajat dari sisi pengamat (manusia yang melihat), dan tidak tergantung kepada ketinggian pengamat itu berada.

The horizon always appears perfectly flat 360 degrees

Selain itu, horizon juga selalu berada pada 'eye level' (sejajar dengan mata) pengamat dan tidak peduli pengamat berada pada ketinggian berapa.

The horizon always rises to the eye level of the observer

Jika bumi berbentuk bola, semakin tinggi pengamat berada, maka semakin jauh horizon akan berada dibawah pengamat dan bentuknya tidak akan datar.

Kita lihat dibawah ini adalah video perbandingan horizon pada Flat Earth dan Globe Earth:

Salah satu cuplikan pada video tersebut memperlihatkan bagaimana lengkungan bumi itu terlihat pada aplikasi Google Earth ketika berada pada ketinggian 31 Km. Dan pada ketinggian tersebut terlihat bahwa horizon bumi mulai bergerak kebawah seiring dengan posisi yang semakin keatas.

Lengkungan bumi tampak pada Google Earth diketinggian 31 Km

Sedangkan pada ketinggian yang hampir sama (20 mil atau sekitar 32 km), sebuah rekaman menunjukan bahwa tidak ada sama sekali lengkungan bumi seperti yang nampak pada aplikasi Google Earth.
Lengkungan bumi tidak tampak pada kenyataan diketinggian 32 Km

Curvature of Earth

Tidak pernah ada satupun yang bisa melihat Curvature of earth atau Lengkungan Bumi secara langsung.

The Earth has a radius of approximately 3965 miles. Using the Pythagorean theorem, that calculates to an average curvature of 7.98 inches per mile or approximately 8 inches per mile (squared) - David Senesac, Visual Line of Sight Calculations dependent on Earth's Curvature

Kalaulah kita mengacu pada data yang diakui sekarang, Bumi memiliki radius sekitar 3965 mil (6381.049 km), yang berarti bahwa setiap jarak 1 mil terdapat 7.98 inch (8 inch) lengkungan bumi.

Curvature of earth table

Sekarang kita coba cek dengan mengambil contoh jembatan Verrazano-Narrows.

jembatan Verrazano-Narrows

Menurut Google, panjang dari jembatan Verrazano-Narrows yaitu 4176 meter (atau sekitar 2.6 mil). Itu berarti harus ada lengkungan. Tetapi nyatanya kita tidak bisa melihat lengkungan pada gambar dibawah.

jembatan Verrazano-Narrows 2

Kalaulah sesuai dengan hitungan yang berlaku sekarang, dengan radius bumi sekitar 3965 mil, dengan jarak 2.6 mil, lengkungan bumi seharusnya terlihat seperti ini:

lengkungan jembatan Verrazano-Narrows Cek sendiri disini.

Selain itu, kita bisa melihat bentuk horizon yang sebenarnya, melalui fenomena cahaya matahari ketika sunset/sunrise. Berikut beberapa gambar matahari ketika sunset/sunrise.

Sunset 1 Sunset 2 Sunset 3

Kita lihat ada efek cahaya 'panjang' dipermukaan laut yang merupakan pantulan sinar matahari. Kita coba lihat eksperimen serupa menggunakan sinar senter pada permukaan datar dan permukaan bulat.

Experiment Lengkungan Bumi

Gambar pertama: eksperimen dengan menggunakan permukaan tidak datar
Gambar kedua: eksperimen dengan menggunakan permukaan datar
Gambar ketiga: fenomena asli di dunia nyata.

Mana yang sesuai dengan kenyataan??

Perspektif dan Jarak Pandang Manusia

Pertanyaan berikutnya adalah kenapa matahari (terlihat) 'tenggelam'? Itu disebabkan karena adanya perspektif dan batas maksimal penglihatan kita. Begitu pula yang terjadi pada kapal laut yang telihat seolah 'hilang tenggelam' dibawah horizon.

Perspective

Semakin jauh benda yang kita lihat, maka ukuran mereka akan semakin kecil, dan semua akan berpusat pada horizon (berada sejajar dengan mata kita/eye level), sampai akhirnya tiba pada 'titik lenyap' atau Vanishing Point. Perspective from side

Sebetulnya semua benda yang menjauh itu bergerak lurus, tetapi karena adanya perspektif ini, benda itu seolah2 hilang 'tenggelam' pada titik lenyap.

Contoh gambar yang memperlihatkan perspektif di dunia nyata:
Perspective Drawing

Perspective Laut

Perspective Rel Kereta Api

Perspective jembatan kayu

Perspective Jalan Raya

Perspective Matahari

Perspective Matahari 2

Lihat juga 2 video dibawah ini, bagaimana matahari dan kapal laut yang sudah 'tenggelam' di horizon, tetapi ketika di zoom ia muncul kembali ke atas:

Pertanyaannya, bagaimana bisa matahari dan kapal laut yang sudah setengah 'tenggelam' bisa keatas lagi ketika di zoom?

Bila kita gunakan prinsip perspektif seperti yang sudah diuraikan diatas, semua ini sangatlah logis. Karena dengan fungsi zoom pada kamera, jarak jangkauan penglihatan kita lebih jauh. Itulah yang menyebabkan mengapa matahari dan kapal laut bisa terlihat kembali.

Ini gambar penjelasan bagaimana zoom bekerja pada perspektif:
Sun zoom perspective

Ini juga yang menyebabkan kenapa di gedung Burj Khalifa, orang yang berbuka puasa terbagi menjadi 3 waktu? karena ketinggian gedung tersebut.

Semakin tinggi kita berada, maka jarak pandang kita akan semakin jauh, sehingga orang yang berada dilantai atas akan lebih lama berbuka dibandingkan dengan orang yang berada dilantai bawah. Karena orang yang berada di atas, melihat matahari tenggelam lebih lama dibanding orang-orang yang berada di bawah.

Ini adalah ilustrasi penjelasan tentang fenomena 3 waktu berbuka dan sahur di Burj Khalifa versi Globe Earth:
Burj Khalifa Perspective Globe Earth

Sedangkan ini versi Flat Earth sesuai dengan Perspektif:
Burj Khalifa Perspective Flat Earth

Matahari

Sun Shine Flat Earth Matahari bersifat lokal, artinya matahari sebenarnya tidak berjarak sejauh 93 juta mil dari bumi dan tidak sebesar 695700 km sebagaimana yang telah diajarkan kepada kita disekolah. Bila kita melihat fenomena alam pada gambar diatas, sangat terlihat bahwa matahari sangatlah dekat (setidaknya tidak sejauh 93 juta mil) dan kecil.

Kalau kita coba tarik setiap cahaya yang muncul pada celah awan, maka akan terlihat dimana matahari itu berpusat.
Sun Shine Flat Earth 2

Seandainya benar matahari sejauh 93 juta mil, cahaya yang muncul tidak akan seperti itu, tetapi akan terlihat lurus dari atas.

Lihat video dibawah ini tentang sinar matahari yang memancar:

Ini membuktikan bahwa matahari itu sebenarnya dekat. Dan inilah kenapa ada siang dan malam. Karena matahari tidak menyinari semua bagian bumi.

Sun is close

Lihat juga contoh gambar lainnya di google.

Lihat juga video penjelasan lebih lanjut tentang 'Mengapa Matahari Tenggelam':

Arah Mata Angin

Arah mata angin bumi datar

Bisa kita lihat, bahwa pada peta Flat Earth, tengah2 adalah kutub utara, dan sekeliling luar adalah kutub selatan.

Seseorang yang pergi lewat jalur darat, laut ataupun udara, ia akan mengacu pada kompas sebagai penunjuk arah. Jarum utara kompas selalu menunjuk ke arah utara, dan jarum selatan kompas selalu menunjuk ke arah selatan.

kompas pada bumi datar

Nah terjawab kan mengapa ketika seseorang pergi ke arah timur, ia akan muncul kembali dari arah barat? Karena kita menggunakan kompas sebagai penunjuk arah.

Bonus Video

Kesimpulan

Disini saya hanya menjelaskan secara singkat tentang Flat Earth yang saya pahami. Tetapi dengan bukti yang singkat ini saya sudah sangat yakin bahwa bumi itu tidak berbentuk bola seperti yang diajarkan sejak kecil. Meskipun saya bukanlah ahli dibidang geografi, antariksa, dll, tetapi semua ini bisa saya pahami dengan mudah.

Wallahu'alam bishowab...


Bila pembaca ingin mengetahui lebih lanjut tentang Flat Earth, untuk hal-hal selain ini, sebenarnya sudah ada penjelasannya, hanya saja saya belum paham betul tentang yang hal-hal lain tersebut seperti gerhana, fase bulan, dll. Jadi saya sarankan pembaca agar mencari tahu sendiri.

Bila ada yang punya pendapat berbeda silahkan berkomentar dengan santun dan tidak merendahkan orang lain , saya tidak akan memaksa pembaca untuk percaya Flat Earth, karena kita sebagai manusia sudah selayaknya menunjung tinggi kebebasan berpendapat.

Sekian,
Semoga Bermanfaat..

Alhamdulillahirobbil'aalamiin...